Kamis, 31 Desember 2015

Posts from PASBERITA for 12/30/2015

Berita terkini

Merayakan Kekecewaan

By Rie on Dec 30, 2015 10:03 pm
Oleh: Kang Ewa

Buatku, perayaan terhadap sebuah kekalahan terbaik dalam dunia sepakbola hanyalah milik suporter Irlandia. Stadion Gdansk, Polandia, menjadi saksi bagaimana kehebatan para suporter Irlandia menyublim kekecewaan mereka, akibat tim kesayangan yang diidamkan luluh lantak dihantam Spanyol dengan skor tertinggal 4-0.

Pertandingan hanya menyisakan tujuh menit lagi, para Suporter Irlandia sepertinya sadar betul bahwa kekuatan memang tidak berimbang. Tim Spanyol yang berisikan materi bintang pemenang Piala Dunia bukan tandingan untuk para pemain nasional mereka. Disana, aku melihat secara utuh bagaimana sebuah kebanggaan dan dukungan diejawantahkan. Bukan hanya dukungan atas segala kemenangan, melainkan dukungan saat harus merasakan pahit dan tangis bersama.

Aku terkesiap tatkala tiba-tiba sebuah folk ballad berjudul The Fields of Athenry berkumandang dari seisi tribun. Bahkan ternyata bukan hanya aku, para suporter Spanyol, hingga komentator pun menghentikan keriuhan. Lagu bernuansa kepedihan itu terus berkumandang, sementara di tengah lapangan bola, para pemain Irlandia masih berjuang sekuat tenaga untuk setidaknya tidak menderita dengan gol tambahan. Sebuah perayaan terhadap kekecewaan yang dikemas dengan sangat elegan.

The Fields of Athenry, folk ballad ciptaan Pete St. John tahun 70-an, memang mengisahkan cerita pilu tentang seorang lelaki bernama Michael, yang terpaksa mencuri jagung demi memberi makan anak-anak dan istrinya akibat krisis pangan yang parah di Irlandia. Malangnya, Michael tertangkap dan dibuang ke Botany Bay, Australia. Kepada Marry, Sang Istri, Michael mengatakan bahwa tak ada yang membahagiakan hatinya, kecuali melihat istrinya itu membesarkan anak-anak mereka dengan penuh martabat.

Demikianlah lagu pilu ini dinyanyikan oleh para suporter Irlandia, sebagai bentuk kebersamaan, atas kegetiran yang menimpa, atas persamaan nasib yang pedih tak terperikan. Meski harus menanggung kekalahan, mereka menyatakan diri untuk saling memapah dalam kebersamaan.

Nun jauh dari Gdansk, aku juga melihat perayaan kekalahan yang sangat menyejukan, bahkan mengharukan, dari seorang lelaki berusia senja. Pak Maridi namanya. Sejatinya ia lelaki istimewa, lelaki satu kampung kami tak ada yang mampu menandinginya dalam soal kehadiran di Surau untuk mendirikan Sholat. Selalu lebih cepat dari yang lain, serta pulang selalu lebih lambat dari jamaah lainnya juga.

Namun memang, tingginya kuantitas dan kualitas ibadah tak serta merta seiring dengan perbaikan pada sisi ekonomi. Begitu juga dengan kondisi keuangan Pak Maridi. Mungkin itu pula ujian dari Allah swt untuknya. Di usia yang menginjak tujuh dasawarsa, hari-harinya diisi dengan bekerja serabutan. Kadang bekerja sebagai kuli bangunan, kadang hanya menjadi buruh di ladang warga untuk sekedar menyiangi rerumputan dan benalu. Kehidupan keluarganya memang tidak dapat dikatakan miris, namun tetap saja, taraf kehidupannya tak bisa dikatakan cukup.

"Kekalahan" Pak Maridi adalah saat Surau kami akan melakukan renovasi. Sejatinya ia berharap dapat dilibatkan dalam pembangunan itu, "minimal liber (pembantu tukang)-lah. Buat membantu biaya dapur," katanya padaku.

Namun apa mau dikata, keputusan rapat pembangunan mengatakan bahwa tukang dan pembantunya dibawa dari luar dengan status borongan. Jadi tidak satu pun yang terlibat dalam proses pembangunan ini dari warga kami, kecuali para Pengurus Surau sebagai pemantau.

Betapa kecewanya Pak Maridi, Surau yang setidaknya lima waktu dalam sehari ia kunjungi, justru para Pengurusnya tidak memberikan kesempatan kepadanya untuk turut bekerja. Bahkan pernah satu kali aku bertanya kepada Ketua Pembangunan dan memintanya mempekerjakan Pak Maridi. "Terlalu sepuh, Kang. Kasihan," demikian jawabnya.

Ketika hasil usahaku kusampaikan kepada Pak Maridi, ia termangu. Tampak sekali raut kecewa dari wajahnya. Aku menangkap ada luka, sebongkah perasaan tidak puas menguasai dadanya. Ia menunduk bermuram durja.

Aku sedikit menerka-nerka apa yang akan dilakukannya beberapa hari ke depan. Bisa saja kekecewaan membawanya pindah Sholat ke Masjid lain, atau bahkan, bisa jadi ia memilih mundur dari Surau, mendirikan Sholat di rumahnya sendiri, dalam ruang kamarnya yang sepi.

Dugaanku ternyata meleset. Suatu malam menjelang pagi, ketika waktu baru menunjukan pukul 04.15. Kudengar lapat lantunan bacaan Al Qur'an diperdengarkan. Rasa kepenasaranku memuncak, bergegas aku menuju Surau, kujumpai Pak Maridi sedang bersila di menghadap mushaf Al Qur'an yang diletakan di atas meja.

"Gasik (cepat datang), Pak," ucapku berbasa basi setelah ia mengakhiri bacaannya.

"Iyo, Kang. Semoga bisa bersyukur atas nikmat Allah swt," ungkapnya.

Aku termenung. Bukankah baru kemarin sore lelaki ini merasakan "luka" yang teramat dalam? Bukankah baru kemarin sore ia merasakan "kekalahan" yang mengecewakan? Ah, sepagi ini dia sudah hadir di Surau, berkata tentang syukur pula kepada Allah swt.

Luar biasa! Pak Maridi bagiku merupakan orang yang sangat cerdas dalam merayakan sebuah kekecewaan. Ia menyublim segala getir jiwanya ke dalam dzikir-dzikir panjang. Ia mengobati luka hatinya dalam balut lantunan Al Qur'an. Tak ada kalimat satir dari mulutnya, tak ada tindakan emosional yang ia tunjukan. Pak Maridi, lelaki kecil itu menjelma menjadi besar di hadapanku. Bukan besar dalam arti ragawi, melainkan besar dalam bentuk jiwa yang terang dan tenang.

Perlahan, kembali dalam ingatanku koor panjang The Fields of Athenry di Gdansk Stadium dari para suporter Irlandia. Disini, di tanahku, aku menemukan persamaannya. Sebuah persamaan tentang bagaimana cara merayakan kekecewaan.

Lapat tergurat dalam ingatanku sebait syair berbunyi, "Low lie the fields of athenry, where once we watched the small free birds fly, Our love was on the wing, We had dreams and songs to sing, It's so lonely round the fields of athenry.... ". Sebuah syair tentang pesan terakhir Michael kepada anak dan istrinya, syair pilu... The Fields of Athenry yang kini lekat dalam bayang Pak Maridi. (*)

Petropolis, 30 Desember 2015





 
Read in browser »
share on Twitter Like Merayakan Kekecewaan on Facebook

Angkasa Pura II Siap Bantu BIJB Kertajati

By redaksi pasberitacom on Dec 30, 2015 08:24 pm
PASBERITA.com - Sebagai pengelola bandara untuk wilayah barat Indonesia, PT Angkasa Pura (AP) II siap untuk melakukan kerjasama dan membantu pengembangan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati di Kabupaten Majalengka. Menurut Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher), keberadaaan PT AP II akan memberikan manfaat bagi pengembangan BIJB Kertajati ke depannya.

"Secara umum opsi (kerjasama) terbuka, karena kehadiran AP II pasti bermanfaat untuk menjamin keberlangsungan BIJB ke depan. Detailnya nanti, seperti apa kerjasama tersebut kita serahkan kepada kedua manajemen (BIJB dan AP II). Akan ada pertemuan lebih lanjut untuk menyepakati kerjasama secara detail," ungkap Aher usai pertemuan dengan pihak Direksi PT AP II di Gedung Sate - Kota Bandung, pada Rabu (30/12).

"Nanti AP II siap membantu dan siap bergabung," tambah Aher.

Aher pun mengatakan tahapan pembangunan BIJB Kertajati hingga kini terus berlangsung dan menurutnya tidak ada proses keterlambatan. Sementara ketika ditanya mengenai groundbreaking, Aher mengaku pihaknnya masih menunggu kepastian dari Presiden.

"Groundbreaking tentu menunggu jadwal dari Presiden, ya. Tim Presiden dan Perhubungan sudah ada. Mudah-mudahan bisa Januari, tergantung jadwal dari beliau (Presiden)," kata Aher.

Sementara itu, ditemui usai pertemuannya dengan Aher, Presiden Direktur PT Angkasa Pura II Budi Karya Sumadi mengataKan bahwa pihaknya tetap memberikan komitmen untuk membantu dan kerjasama dalam pengembangan BIJB Kertajati.

"Kita kan sebagai salah satu partner yang tentunya dilibatkan. Kita akan melihat proses (kerjasama) itu terjadi," ujar Budi kepada para awak media.

BIJB Kertajati banyak menarik investor baik dalam maupun luar negeri. Pada tahapan market sounding beberapa waktu lalu ada 40 perusahaan yang berminat untuk menanamkan investasinya, termasuk perusahaan dari Turki, Jerman, Qatar, China, Korea, dan Swiss. (*)





 
Read in browser »
share on Twitter Like Angkasa Pura II Siap Bantu BIJB Kertajati on Facebook




Recent Articles:

Peretas Situs Seskab Ternyata Hacker China
Karpet Emas dari Guguran Daun Pohon Tertua
Aher Buka Kompetisi Rafting, Dorong Ekonomi Rakyat dan Sungai Bersih
Meluruskan Pemahaman Hari Ibu
Menjadi Delegasi Termuda Mewakili Jawa Barat dalam Forum Indonesian Youth Conference






This email was sent to dwiBaz.ngakngik@blogger.com
why did I get this?    unsubscribe from this list    update subscription preferences
pasberita.com · jakarta, indonesia · jakarta 13620 · Indonesia

Email Marketing Powered by MailChimp

Selasa, 29 Desember 2015

Posts from PASBERITA for 12/28/2015

Berita terkini

Peretas Situs Seskab Ternyata Hacker China

By Arif A on Dec 28, 2015 05:00 pm
PASBERITA.comSitus milik Sekretariat Kabinet www.setkab.go.id diretas oleh 'hacker' tak dikenal pada Kamis (24/12) lalu. Setkab telah melakukan penanganan dan pelacakan. hasilnya?

"Apa yang terjadi dengan peretasan situs Setkab, kita segera menangani. Waktu itu kami berkoordinasi dengan Kemenko Polhukam dan Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg) untuk mengetahui, mengejar dan juga memproteksi masalah tersebut," kata Sekretaris Kabinet Pramono Anung di Kantornya, Gedung Sekretariat Negara, Jakarta Pusat, Senin (28/12/2015) sebagaimana dilansir detikcom.

Dikatakan Pramono, diketahui alamat IP (Internet Protocol Address) yang digunakan pelaku berasal dari China. Namun pihaknya belum mau mengungkap lebih jelas.

"Sebagai informasi awal, sudah diketahui kira-kira siapa yang melakukan itu. Di mana dilakukan belum bisa disebutkan. Tetapi IPnya sudah diketahui menggunakan IP China," kata Pramono.

"Dan detilnya kalau sudah lengkap tentunya akan diambil tindakan terhadap orang-orang yang melakukan itu," tambahnya.

Pramono mengatakan, pasca kejadian itu, pihaknya telah meningkatkan keamanan terhadap situs. Hal ini juga dilakukan di situs-situs milik pemerintah lainnya.

"Untuk di internal instansi pemerintah, termasuk di Setkab kita akan meningkatkan proteksi ataupun juga barrier supaya tidak gampang dimasuki hacker," katanya.

Lalu, apa sudah diketahui motif peretasan situs tersebut? Pramono tak menjelaskan secara rinci. Namun ditegaskannya motif pelaku tidak didasarkan pada politik.

"Ini pribadi. Kalau dilihat dari cara mereka itu terlihat ada unsur main-mainnya. Jadi menunjukkan bahwa mereka bisa menembus pemerintahan. Motif pribadi, bukan motif politik atau apapun," katanya.

Saat ini situs Setkab sudah bisa diakses dengan layanan normal. (*)




 

Read in browser »
share on Twitter Like Peretas Situs Seskab Ternyata Hacker China on Facebook




Recent Articles:

Karpet Emas dari Guguran Daun Pohon Tertua
Aher Buka Kompetisi Rafting, Dorong Ekonomi Rakyat dan Sungai Bersih
Meluruskan Pemahaman Hari Ibu
Menjadi Delegasi Termuda Mewakili Jawa Barat dalam Forum Indonesian Youth Conference
Perayaan Hari Guru, Formalitaskah?






This email was sent to dwiBaz.ngakngik@blogger.com
why did I get this?    unsubscribe from this list    update subscription preferences
pasberita.com · jakarta, indonesia · jakarta 13620 · Indonesia

Email Marketing Powered by MailChimp

Get your own contextual backlink for free

Are you looking for reliable contextual backlink?

Greetings from TurnOnYourBrand!

TurnOnYourBrand is a place that brings together brand writers like you, who are in need of quality contextual backlink.

Be it brand mention, business writing articles or blogs, We value our user's trust in us and understand their writing through TurnOnYourBrand to ensure interests of both the readers and writers.

Why still waiting?

SignUp for free and start writing about your brand.!

 

Cheers

Team ToyB

Senin, 28 Desember 2015

wordpress

Hi,

Are you looking for a brand exposure? You want more website visitors right? How can you drive traffic?

In short: Have you ever heard about writing blog?

Yes, All it depends on how often you tell about your brand over the blogging websites.

Every time you write a blog, it means you are getting one more opportunity to drive traffic to your website.

So with that traffic, you would be able to get more sales.

Blogging helps to drive a long term result to your business.


Why you are still waiting.! Visit TurnOnYourbrand.net and start writing about your brand.


Cheers

Team ToyB

Posts from PASBERITA for 12/28/2015

Berita terkini

Karpet Emas dari Guguran Daun Pohon Tertua

By Arif A on Dec 28, 2015 11:30 am

PASBERITA.comSebuah pohon berusia 1400 tahun telah menyedot perhatian warga kota Xi'an, Shaanxi, Cina. Daun-daun pada pohon yang dikenal dengan nama pohoh ginkgo tersebut berguguran, kemudian seperti membentuk karpet emas di sekelilingnya.

Dikutip vivanews dari Boredpanda.com, pohon ginkgo tersebut memang telah berguguran sejak November lalu. Setelah cukup banyak daun yang gugur dan tertimbun di sekitarnya, bila dilihat dari atas, pohon ginkgo melahirkan warna emas yang mencolok. Pohon ginkgo itu tumbuh di Kuil Buddha Zen di desa Luohandong, Xi'an. Menurut laporan, pohon tersebut ditanam pada masa Dinasti Tang atau sekitar 1400 tahun yang lalu. Sejak mengugurkan daunnya, ribuan orang segera mendatangi Kuil Buddha Zen untuk menyaksikan kemegahan yang diciptakan pohon ginkgo. Beramai-ramai mereka mengabadikan gambar dan pemandangan menakjubkan tersebut.

Sampai saat ini tumbuhan ini hanya di temukan di negara cina. Banyak diantaranya berada di hutan-hutan tua di Cina, pohon ginkgo dewasa tingginya bisa mencapai puluhan meter, dengan diameter batang ratusan cm. Pohon terbesar tercatat ditemukan di Guizhou, Cina. Tingginya mencapai 40 m dengan diameter 471 cm alias hampir mencapai 5 meter. Di Dabao, Gansu, Cina tercatat ditemukan pohon ginkgo dengan tinggi 60 m dengan diameter 286 cm.

Ginkgo berkembang biak lewat biji, stek batang dan okulasi. Di alam liar ginkgo berkembang biak lewat biji. Secara alami anak pohon ginkgo biloba jarang terdapat di sekitar induknya. Fenomena ini karena banyak satwa liar yang menyukai biji ginkgo dan membawanya ketempat yang jauh dari induknya. Penggemar biji ginkgo sangat beragam, mulai dari golongan burung sampai tikus. Banyaknya penyebar biji inilah yang menjadi salah satu faktor tanaman ini masih dapat bertahan hidup hingga kini.

Pertumbuhan tanaman ginkgo tergolong sangat lambat. Biasanya memerlukan waktu 10-12 tahun untuk mencapai tinggi 6 m. Untuk membentuk kanopi daun yang membundar, diperlukan waktu kurang lebih 20 tahun. Setelah berumur 20-35 tahun, tanaman ini baru dapat menghasilkan buah.

Meskipun tanaman ini terbukti sanggup bertahan hidup ribuan tahun, bukan berarti keberadaannya sama sekali tidak terancam. Sekarang, seiring perkembangan zaman, satwa-satwa penyebar biji ginkgo mulai terdesak. Padahal perkembangbiakan tanaman ini sangat dipengaruhi oleh satwa-satwa itu. Kalau satwa-satwa itu terancam, otomatis keberadaan ginkgo biloba juga terancam. (*)




 

Read in browser »
share on Twitter Like Karpet Emas dari Guguran Daun Pohon Tertua on Facebook




Recent Articles:

Aher Buka Kompetisi Rafting, Dorong Ekonomi Rakyat dan Sungai Bersih
Meluruskan Pemahaman Hari Ibu
Menjadi Delegasi Termuda Mewakili Jawa Barat dalam Forum Indonesian Youth Conference
Perayaan Hari Guru, Formalitaskah?
Pilkada Kota Dumai : Pasangan Ikhsan – Komala Unggul Sementara






This email was sent to dwiBaz.ngakngik@blogger.com
why did I get this?    unsubscribe from this list    update subscription preferences
pasberita.com · jakarta, indonesia · jakarta 13620 · Indonesia

Email Marketing Powered by MailChimp

Minggu, 27 Desember 2015

Posts from PASBERITA for 12/27/2015

Berita terkini

Aher Buka Kompetisi Rafting, Dorong Ekonomi Rakyat dan Sungai Bersih

By redaksi pasberitacom on Dec 27, 2015 01:16 pm
PASBERITA.com - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) membuka Kejuaraan Arung Jeram Tingkat Nasional Citarum Rafting Competition Piala Gubernur Jabar Tahun 2015, di Sungai Citarum, Kampung Cisameng, Desa Rajamandala Kulon, Kec. Rajamandala, Kab. Bandung Barat, Sabtu (26/12) siang.

Kejuaraan rafting yang diikuti seluruh tim terkuat rafting level nasional dibuka Gubernur Ahmad Heryawan dengan mengibaskan bendera start. Kegiatan lomba ini akan berlangsung hingga tiga hari ke depan.

23 tim arung jeram dari Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur bertanding dalam empat kategori yakni Slalom, Driver River, Head To Head, dan Sprint memperebutkan uang pembinaan dan tropi Gubernur.

Menurut Aher, Pemerintah Provinsi selalu mendukung olahraga berbasis alam seperti arung jeram dan dirgantara. Sebab, selain membentuk tubuh sehat kelestarian alam juga terjaga.

"Bukan hanya olahraga, akan tetapi juga menjaga kelestarian sungai agar tetap bersih," ucapnya, seraya menghimbau masyarakat Jawa Barat, khususnya di bantaran sungai untuk selalu menjaga kualitas air sungai sebagai sumber kehidupan.

Pemerintah Provinsi Jabar sudah melakukan upaya perbaikan saluran sungai dengan mengajak masyarakat lebih peduli dengan lingkungannya, misalnya mengajak peternak tidak membuang kotoran ternak ke sungai.

"Di hulu Citarum kita ajak peternak mengembangkan Biogas Kotoran sapi, kemudian juga pengawasan Limbah Pabrik," ucapnya.

Dia mengungkapkan, 20 kilometer mulai hulu Citarum, Pemprov juga melakukan langkah pencegahan dengan memberi edukasi masyarakat dengan kandang ternak komunal sebagai bentuk penyadaran sungai bersih.

"Masih banyak masyarakat yang hidup sehat tetapi tidak mementingkan kesehatan orang lain, perlu ada kesadaran masyarakat di hulu dan hilir," ucapnya.

Tak hanya upaya edukasi, Aher mengatakan pemprov juga tak segan-segan mempidanakan pabrik yang secara sengaja membuang limbahnya ke sungai.

"Pengusaha itu lebih berpendidikan seharusnya mereka lebih faham tentang lingkungan, makanya jika tetap nakal ya dipidanakan," tegasnya.

Aher menjelaskan, saat pertama datang ke lokasi digelarnya kompetisi tersebut, kondisi sungai berbau dan keruh namun sejak digunakan olahraga air ini kondisi sungai jadi lebih bersih

"Dua tahun lalu saya kesini buka kaca mobil saja baunya menyengat, saat ini lebih baik," ucapnya.

Dia berharap dengan kompetisi ini bisa sekaligus mengajak masyarakat sekitar sungai, mulai hulu hingga hilir senantiasa menjaga kualitas air sungai. Juga, menyadarkan pecinta olahraga air untuk memberikan advokasi lingkungan kepada semua pihak.

Selain itu, sambung dia, olahraga arung jeram yang biasanya berada di lokasi perkampungan membangkitkan perekonomian rakyat sekitar bantaran sungai.

"Tentu akan membawa perkembangan ekonomi sekitar, akan tetapi harus dibarengi pemeliharaan lingkungan yang sehat agar wisatawan juga tertarik berkunjung," singkatnya.

Ai Sutarsih (46), salah seorang pedagang disekitar tempat digelarnya Citarum Rafting Competition 2015 berharap pemerintah terus mengembangkan arung jeram di Citarum. Karena tak bisa dipungkiri banyaknya kunjungan membawa dampak positif bagi warung kelontongnya dengan peningkatan penjualan.

"Biasanya hari Sabtu dan Minggu ramai, dagangan jadi laku," ucapnya.

Dia mengungkapkan, jika ada yang berlatih atau bertanding masyarakat sekitar sungai beralih profesi dari bertani menjadi pedagang dadakan dengan menggelar lapak makanan dan minuman sederhana.

Eksibisi PON


Pada kesempatan itu, Gubernur Aher turut menyerahkan bantuan kepada anak-anak sekolah dasar yang terdekat dengan even kejuaran rafting tersebut.

Selaku Ketua PB PON XIX 2016, dia juga merencanakan Sungai Citarum menjadi lokasi eksibisi arung jeram pada Pekan Olahraga Nasional 2016 Jawa Barat.

Melalui eksibisi tersebut, arung jeram diharapkan dapat menjadi cabang olahraga yang dilombakan pada PON 2020 di Papua.

"Pada PON tahun depan, arung jeram masih eksibisi. Jadi belum dilombakan dalam pertandingan resmi yang pemenangnya dapat medali. Lokasinya di Sungai Citarum ini," kata Heryawan.

Selain Sungai Citarum, menurut dia, Sungai Citarik yang berada Kabupaten Pelabuhanratu juga bisa dipakai untuk lokasi eksibisi arung jeram. Apalagi, di tempat itu baru digelar kejuaraan arung jeram internasional.

"Ketika eksibisi dievaluasi, maka tak menutup kemungkinan pada PON 2020 di Papua arung jeram bisa dimasukkan menjadi salah satu cabang olahraga. Kami lihat di Papua sungai-sungai untuk pertandingan juga ada, bahkan bisa jadi sungainya lebih besar," tuturnya. (*)





 
Read in browser »
share on Twitter Like Aher Buka Kompetisi Rafting, Dorong Ekonomi Rakyat dan Sungai Bersih on Facebook




Recent Articles:

Meluruskan Pemahaman Hari Ibu
Menjadi Delegasi Termuda Mewakili Jawa Barat dalam Forum Indonesian Youth Conference
Perayaan Hari Guru, Formalitaskah?
Pilkada Kota Dumai : Pasangan Ikhsan – Komala Unggul Sementara
Mahasiswa Al Azhar Kairo Asal Jateng Meninggal






This email was sent to dwiBaz.ngakngik@blogger.com
why did I get this?    unsubscribe from this list    update subscription preferences
pasberita.com · jakarta, indonesia · jakarta 13620 · Indonesia

Email Marketing Powered by MailChimp